Sabtu, 30 Januari 2010
Rabu, 27 Januari 2010
Puisi " SELINGKUH "
SELINGKUH
Kejam... Kejaam... Kau kejaaam.....
Kau kejam tlah duakan cintaku
Bahkan sa'at ku mulai percaya bahwa cintamu tulus
Sa'at ku tlah serahkan sluruh hidupku untukmu
Ku lakukan apapun demi cinta kita
Ku terjang badai gelombang demi bersamamu
Ku runtuhkan begitu tebalnya tembok penghalang antara kita
Tega nian kau khianati cintaku
Bukan...
Bukan ini yang ku pinta
Bukan tiang_tiang penyangga tabir kepalsuan
Bukan pula selimut membara terbakar api pengkhianatan
Ku hanya insan biasa
Ku masih punya rasa
Kau genggam erat tanganku dan kau bisikkan cinta
Namun bersamanya kau lingkarkan rantai maut di leherku
Apa yang kau fikirkan sayang ?
Tak dapatkah kau rasakan besarnya cintaku
Mengapa tak kau selami dalamnya rinduku
Betapa dahsyat kau tebaskan belati kecuranganmu
Hingga bulan seakan tersentak dan berlari menjauh pergi
Dan bintangpun enggan bersinar bersembunyi entah dimana
Kau hadiahkan sebungkus kegelapan untukku
Teramat pekat, hingga tak mampu ku mengintip indah warna pelangi
Kau suguhkan seonggok empedu, hingga tak dapat lagi ku rasakan manisnya madu
Kau runtuhkan kokohnya dinding dinding kesetia'an yang lama kita bangun bersama
Di mana...
Di mana kau sembunyikan nuranimu ?
Di mana kau tinggalkan berjuta janji manismu dulu
Baik... baiklah.....
Ku kan pergi jauh membawa luka ini
Hanya satu pintaku,
JANGAN LAGI ADA HATI YANG KAU SAKITI
Kau kejam tlah duakan cintaku
Bahkan sa'at ku mulai percaya bahwa cintamu tulus
Sa'at ku tlah serahkan sluruh hidupku untukmu
Ku lakukan apapun demi cinta kita
Ku terjang badai gelombang demi bersamamu
Ku runtuhkan begitu tebalnya tembok penghalang antara kita
Tega nian kau khianati cintaku
Bukan...
Bukan ini yang ku pinta
Bukan tiang_tiang penyangga tabir kepalsuan
Bukan pula selimut membara terbakar api pengkhianatan
Ku hanya insan biasa
Ku masih punya rasa
Kau genggam erat tanganku dan kau bisikkan cinta
Namun bersamanya kau lingkarkan rantai maut di leherku
Apa yang kau fikirkan sayang ?
Tak dapatkah kau rasakan besarnya cintaku
Mengapa tak kau selami dalamnya rinduku
Betapa dahsyat kau tebaskan belati kecuranganmu
Hingga bulan seakan tersentak dan berlari menjauh pergi
Dan bintangpun enggan bersinar bersembunyi entah dimana
Kau hadiahkan sebungkus kegelapan untukku
Teramat pekat, hingga tak mampu ku mengintip indah warna pelangi
Kau suguhkan seonggok empedu, hingga tak dapat lagi ku rasakan manisnya madu
Kau runtuhkan kokohnya dinding dinding kesetia'an yang lama kita bangun bersama
Di mana...
Di mana kau sembunyikan nuranimu ?
Di mana kau tinggalkan berjuta janji manismu dulu
Baik... baiklah.....
Ku kan pergi jauh membawa luka ini
Hanya satu pintaku,
JANGAN LAGI ADA HATI YANG KAU SAKITI
by. Daun kering
01.10
01.10
Selasa, 26 Januari 2010
Puisi " CINTA KITA "
Sayang......
Kadang sungguh ku tak sanggup
Jelaskan apa gerangan yang ku alami
Mengapa tak mampu lagi ku rasakan cinta yang lain
Tak sanggup lagi ku rindui lubuk yang lain
Tenggelam dalam gelimang cintamu
Meresap menyatu di tiap tetes aliran darahku
Menyelusup bersemayam dalam relung relung jiwaku
Kau penuhi ruang khayalku dengan simfoni simfoni cinta
Semua yang ada hanya dirimu
Ku basuh muka, ku lihat kau tersenyum manis di sana
Kau hadir di jaga dan mimpiku
Hai gunung dan samudera, tunjuki aku di mana lagi
Dapat ku temukan cinta yang lebih besar nan dalam dari cintanya
Kau cintai dan sayangi aku melebihi yang ku mau
Betapa ingin kau habiskan tiap detik hidupmu bersamaku
Hingga seolah tak sepatah kata terucap dari bibirmu kecuali namaku
Panah itu begitu dalam menancap di dasar kalbu
Tak mungkin tercabut walau selaksa daya semesta
Terhimpun tuk mencabutnya
Sang bayu jabatkan rasa kita
Erat nan lekat tak kan mungkin terpisahkan selamanya
Kadang sungguh ku tak sanggup
Jelaskan apa gerangan yang ku alami
Mengapa tak mampu lagi ku rasakan cinta yang lain
Tak sanggup lagi ku rindui lubuk yang lain
Tenggelam dalam gelimang cintamu
Meresap menyatu di tiap tetes aliran darahku
Menyelusup bersemayam dalam relung relung jiwaku
Kau penuhi ruang khayalku dengan simfoni simfoni cinta
Semua yang ada hanya dirimu
Ku basuh muka, ku lihat kau tersenyum manis di sana
Kau hadir di jaga dan mimpiku
Hai gunung dan samudera, tunjuki aku di mana lagi
Dapat ku temukan cinta yang lebih besar nan dalam dari cintanya
Kau cintai dan sayangi aku melebihi yang ku mau
Betapa ingin kau habiskan tiap detik hidupmu bersamaku
Hingga seolah tak sepatah kata terucap dari bibirmu kecuali namaku
Panah itu begitu dalam menancap di dasar kalbu
Tak mungkin tercabut walau selaksa daya semesta
Terhimpun tuk mencabutnya
Sang bayu jabatkan rasa kita
Erat nan lekat tak kan mungkin terpisahkan selamanya
by. Daun kering 01.10
Langganan:
Postingan (Atom)

